Fase grup Piala Eropa 2020 telah selesai. 20 negara sudah dijamin akan menjadi peserta dalam putaran final yang dilangsungkan di 12 negara tahun depan.

Sementara empat slot lagi masih diperebutkan melewati babak play-off. Menarik guna dilhat siapa yang bakal menjadi kandidat powerful penguasa Benua Biru tersebut.

Bicara kesebelasan kuat, terdapat dua negara yang ketika ini sedang merasakan kejayaan sekitar fase grup, yakni Italia dan Belgia. Italia bahkan mencatatkan rekor 11 kemenangan berturut-turut usai membekap Armenia 9-1 di laga terakhir Grup J. Rekor yang belum pernah diraih dalam sejarah sepak bola Italia. Selama fase grup, skuat asuhan Roberto Mancini tersebut memang terlampau perkasa untuk lima negara beda dalam grup J.

Gli Azzurri dapat menyapu bersih 10 pertandingan yang dilalui, dan telah meyakinkan tiket putaran final dengan dua laga sisa. Dalam drawing nanti, Italia bakal masuk dalam Pot A, yang dipenuhi oleh semua juara grup. Mancini mengatakan, kekuatan timnya semakin meningkat semenjak gagal masuk Piala Dunia 2018, berkat pemain muda yang berbakat.

''Mereka main bagus dan dapat menjaga di level tertinggi. Saya pikir tersebut alasannya,'' ujar Mancini, dilansir dari Football-italia.

Negara beda yang menjadi kandidat juara ialah Belgia. Soal pelajaran pemain, tak butuh diragukan lagi bila Belgia dipenuhi oleh pemain-pemain berkelas di Eropa. Sehingga menciptakan peringkat ketiga Piala Dunia 2018 tersebut menjadi di antara calon jawara Piala Eropa 2020. Skuat asuhan Roberto Martinez tersebut mampu tampil sempurna dalam kualifikasi Grup I dengan memenangkan 10 pertandingan sekaligus.

Martinez juga menyatakan bila timnya pantas memenangkan Piala Eropa 2020, sesudah di Piala Dunia 2018 menjangkau semifinal. Apalagi, Belgia menjadi kesebelasan yang paling produktif menembus gawang lawan, dengan 40 gol dalam 10 pertandingan di Grup I. Berdasarkan keterangan dari Martinez, Belgia sudah berada dalam standar Piala Dunia dan terus meningkatkan keterampilan timnya semenjak tampil di Rusia.

''Sekarang kami punya tujuh bulan guna menjadi sebaik mungkin. Tim ini pantas memenangkan Kejuaraan Eropa. Tapi, dalam sepak bola, tidak sesimpel itu,'' kata Martinez dilansir dari AS.

Prancis pasti tak bakal terlewat sebagai calon juara tahun depan. Menyandang kedudukan sebagai juara bertahan Piala Dunia, kesebelasan Ayam Jantan tersebut juga masih perkasa dengan memuncaki Grup H dalam kualifkasi. Les Bleus melulu sekali kalah dan sekali imbang sekitar kualifikasi.

Spanyol memang mesti jatuh bangun guna bangkit dari keterpurukan prestasi dalam satu dasawarsa terakhir. Apalagi, Spanyol dapat dibilang tidak berhasil total dalam Piala Dunia 2018. Namun, Luis Enrique dapat memberikan asa tim Matador tersebut untuk dapat bangkit dan pulang mengusung trofi.

Spanyol menjadi di antara tim yang tak terkalahkan sekitar babak kualifikasi. La Furia Roja menang delapan kali dan dua kali imbang sekitar kualifikasi. Belum lagi, Enrique dapat menyatukan pemain-pemain bintang di skuatnya guna tampil solid.

Inggris pasti menjadi negara yang sangat disorot ketika ini. Usai melaju hingga semifinal pada Piala Dunia 2018, The Three Lions mengindikasikan telah menjadi lebih baik guna menyambut Piala Eropa.

Tim yang diajar Gareth Southgate tersebut dapat tampil buas selama kualifikasi dengan mencetak 37 gol dalam delapan pertandingan. Inggris melulu sekali kalah dan tujuh kali menang sekitar menjalani laga Grup A. Sementara Belanda, yang mulai mengejar bakat-bakat muda di negaranya, sekarang menjadi di antara tim sangat diperhitungkan. Nama-nama besar laksana Memphis Depay, Frenkie de Jong, dan Mathhijs de Light menjadi pemain besar di Eropa. Bahkan Belanda dapat melaju hingga final Liga Bangsa-Bangsa Eropa, walau kalah oleh Portugal.

Portugal sendiri, walau berstatus sebagai juara bertahan Piala Eropa, masih diragukan dapat mengulangi prestasi pada 2016 lalu. Sebab Cristiano Ronaldo yang telah kian berumur diragukan dapat tampil konsisten tahun depan. Di samping itu, skuat Portugal pun mayoritas gagal menonjol semenjak menjuarai Piala Eropa, terbukti dari kegagalan di Piala Dunia.

Salah satu kesebelasan yang ditebak akan menjadi kuda hitam ialah Ukraina. Negara Eropa Timur tersebut mampu menjadi di antara dari empat kesebelasan yang tak terkalahkan sekitar kualifikasi. Ukraina bangkit setelah diajar mantan strikernya, Andriy Shevchenko. Ia dapat menjawab keraguan dengan membawa Ukraina mencetak sejarah dengan tak terkalahkan sekitar kualifikasi Grup B, dan sedang di atas Portugal.