Polemik mengenai European Super League [ESL] disertai sekian banyak rumor menarik. Salah satunya ialah kabar akan dianulirnya laga semifinal Liga Champions yang melibatkan klub ESL.

ESL dideklarasikan oleh 12 klub papan atas Eropa. Sedianya, terdapat 15 klub yang akan ambil unsur di persaingan tandingan Liga Champions itu. Namun, PSG, Bayern Munchen, dan Dortmund mundur.

UEFA mengutuk keras rencana bakal digulirkannya ESL. Di sisi lain, tiga klub pendiri ESL menjadi kontestan babak semifinal Liga Champions musim 2020/2021. Hal tersebut menimbulkan tidak sedikit spekulasi.


Jawaban UEFA
Presiden UEFA, Alexander Ceferin, berujar bahwa hukuman berat akan diserahkan mereka yang tercebur di ESL. Klub akan dilarang tampil pada persaingan di bawah UEFA, tergolong liga dalam negeri dan Liga Champions.

Nah, ancaman tersebut membuat nasib Chelsea, Real Madrid, dan Man City yang lolos ke semifinal Liga Champions dipertanyakan. Namun, Ceferin menegaskan bahwa tidak pernah terdapat rencana mencoreng tiga klub itu.

"Kuncinya ialah musim ini sudah dimulai, jadi empunya hak siar akan mengunjungi kami guna menagih ganti rugi andai kami tidak memainkan laga semifinal," ucap Ceferin laksana dikutip dari Marca.

"Jadi, kemungkinan tersebut relatif lumayan kecil bahwa laga tersebut tidak bakal dimainkan pekan depan. Tapi, situasi dapat saja sedikit bertolak belakang jika terjadi lagi di masa depan," tegasnya.


Hubungan dengan Perez
Florentino Perez menjadi orang yang sangat getol hendak ESL bergulir. Presiden Real Madrid tersebut bahkan secara tersingkap tidak senang dengan kepemimpinan Ceferin di UEFA. Lalu, laksana apa reaksi Ceferin?

"Nah, tersebut lebih mendorong saya guna bertahan, katanya.

"Dia mengharapkan seorang presiden yang mematuhi apa juga yang dia katakan, yang mendengarkannya, dan mengerjakan apa yang dia pikirkan. Saya mengerjakan apa yang menurut keterangan dari saya bagus guna sepak bola Eropa dan dunia," tegas Ceferin.